Mungkin ini puisi untuk orang yang ku cintai disana :
Tak ada sikap yang kau tunjukkan padaku..
Sudah kubuang kekerasan hati ini,
Untuk menyapa dan menuliskan sebait kata-kata..
Sungguh aku ingin kau membalasnya..
Pahit rasanya melihat ketika membenciku..
Aroma kebencianmu itu serasa menusukku..
Maafkan atas semua kesalahanku padamu..
Aku bukanlah pria,
yang berani menerjang samudera cinta yang luas..
aku hanya sebuah ironi yang bisu..
Yang berusaha masuk dalam elegi hatimu..
Semuanya sudah berakhir layaknya sajak romantis..
Hatiku sudah berkali kali berkata..
mungkin kau bukan untukmu..
Kau bukan jodohmu..
Berkacalah dirimu sebelum penyesalan itu datang..
Namun hati ini tetap saja menentang hingga pada suatu penyesalan..
Penyesalan yang membuat aku menjerit..
Penyesalan yang membuat aku sakit..
Penyesalan yang membuat aku sering melamun..
Maafkan atas segala rasa cinta ini..
Maafkan atas segala rasa kagum ini..
Maafkan atas segala semua rasa yang tertuang..
Maafkan atas kebodohanku..
Sungguh aku tak tahu apa yang kau mau . .
Sungguh aku tak tahu apa yang kau mau . .
Meskipun kau tertawa atas semua yang terjadi..
Aku tak akan pernah membencimu..
Doa baikku selalu menyertaimu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar